SECTIO CAESAREA



MASALAH ETIK DAN PENYELESAIANNYA DALAM PENINGKATAN MUTU PELAYANAN KEBIDANAN
SECTIO CAESAREA
Mata kuliah : Mutu layanan kebidanan dan kebijakan kesehatan



 


Disusun Oleh :
Kelompok 1
1.                           Palagia Theysa Susi                        (16140117)
2.                           Katarina Devi                                 (16140125)






Universitas Respati Yogyakarta
Fakultas Ilmu Kesehatan
Program Studi D-IV Bidan Pendidik
Tahun 2017/2018

BAB 1
PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang

Sectio Caesarea (SC) adalah tindakan pembedahan untuk melahirkan janin
dengan membuka dinding perut dan dinding uterus.Sejak adanya bedah Sectio Ccaesarea (SC) telah menjadikan perubahan
dan pergeseran pandangan masyarakat akan metode tersebut, diikuti dengan
semakin meningkatnya angka persalinan dengan tindakan Sectio Ccaesarea (SC).
WHO (World Health Organization) menganjurkan operasi sesar hanya sekitar 10-
15 % dari jumlah total kelahiran. Anjuran WHO tersebut tentunya didasarkan pada
analisis resiko-resiko yang muncul akibat sesar, baik resiko bagi ibu maupun bayi
(Onggang, 2001). WHO memperkirakan bahwa angka persalinan dengan Sectio
Caesarea (SC) pada tahun 1998 adalah 10% sampai 15% sedangkan di Amerika
Serikat persalinan dengan Sectio Caesarea (SC) 21,2% (Cunningham et al, 2006)
sedangkan pada tahun 2000 meningkat menjadi 24-30% (Roeshadi, 2006).

B.                      Rumusan Masalah
1.                       Apa itu Sectio Caesarea
2.                       Indikasi apa saja pada Sectio Caesarea











BAB II
PEMBAHASAN

A.    Teori Sectio  caesarea 
Sectio  caesarea  adalah  upaya  melahirkan  janin  melalui  pembedahan  di
perut dengan menyayat dinding rahim. Komplikasi ibu pada Sectio Caesarea (SC) mencakup komplikasi.
Komplikasi penting yang muncul pada Sectio Caesarea (SC) mencakup perdarahan, infeksi sesudah pembedahan (Hacker & Moore, 2001). Menurut
Kasdu (2003) Sectio Caesarea (SC) adalah suatu tindakan yang bertujuan untuk
melahirkan bayi melalui tindakan pembedahan dengan membuka dinding depan
perut dan dinding rahim. Sectio Caesarea (SC) adalah suatu persalinan buatan
dimana janin dilahirkan melalui suatu insisi pada dinding depan perut dan dinding
rahim dengan syarat rahim dalam keadaan utuh serta berat janin di atas 500 gram
(Sarwono, 2000).
Tindakan pembedahan yang dilakukan dalam upaya untuk mengeluarkan
bayi akan meninggalkan sebuah kondisi luka insisi.



B.     Kontra Indikasi Sectio Caesarea
 Kontraindikasi dilakukan sectio caesarea adalah tidak adanya indikasi yang tepat untuk melakukan sectio caesarea.
Adapun secara lebih rinci dari kontraindikasi sectio caesarea adalah : Janin mati, syok, anemia berat, kelainan kongenital berat, infeksi progenik pada dinding
abdomen, minimnya fasilitas operasi sectio caesarea. Sebaiknya sebelum dilakukan persalinan SC perlu dilakukan pemeriksaan :
Kadar Hb, pemeriksaan Ulta sound pada usia 12 sampai 20 minggu, pemeriksaan Doppler untuk mengetahui kondisi jantung janin, pemeriksaan hormone Hcg untuk
mengetahui umur kehamilan, amniosentesis untuk mengetahui fungsi paru janin.
 Persalinan sectio caesarea juga mengalami beberapa kesulitan, antara lain
·                Kesulitan menentukan jenis irisan, kesulitan yang berhubungan dengan presentasi janin,
·                kesulitan yang berhubungan plasenta dan perdarahan, kesulitan yang berhubungan dengan saluran kemih.
Sedangkan komplikasi utama persalinan sectio caesarea adalah :
·                kerusakan organ-organ seperti vesika urinaria dan uterus saat dilangsungkannya operasi,
·                komplikasi anastesi, perdarahan, infeksi dan tromboemboli.
 Kematian ibu lebih besar jika dibandingkan dengan persalinan pervaginam. Sulit untuk memastikan hal tersebut terjadi apakah dikarenakan prosedur
operasinya atau karena alasan yang menyebabkan ibu hamil tersebut harus dioperasi.
 Takipneu sesaat pada bayi baru lahir lebih sering terjadi pada persalinan sectio caesarea dan kejadian-kejadian trauma persalinanpun tidak dapat disingkirkan. Resiko jangka panjang yang dapat terjadi adalah terjadinya plasenta previa, solusio
plasenta akrata dan ruptur uteri Sectio caesarea merupakan operasi besar dengan banyak keuntungan tetapi juga dengan banyak resiko yang mungkin terjadi pada ibu dan janin. Resiko dapat diperkecil dengan menghindari sectio caesarea yang tidak memiliki indikasi tepat dan memperhatikan dengan sungguh-sungguh pendekatan anasthesi dan tehnik operasyang digunakan.
Penurunan komplikasi ibu dan janin pada sectio caesarea dimulai dengan pengertian serta tanggung jawab yang benar tentang bahaya dari tindakan yang dilakukan dan seleksi ketat pasien yang minta dilakukan persalinan SC. Setiap tindakan medis memerlukan persetujuan atas penjelasan baik secara lisan maupun tulisan, untuk itu tindakan darurat yang bertujuanmenyelamatkan jiwa pasien tidak perlu dibuat terlebih dahulu (Rasjidi, 2009). Informed berarti pasien telah diberikan penjelasan, sedangkan
consent berarti persetujuan pasien, sehingga informed consent berarti persetujuan yang diberikan oleh pasien kepada dokter atas penjelasan tentang tindakan medis yang akan dilakukan terhadap dirinya.
C.            INDIKASI SC
·         proses persalinan normal yang lama atau kegagalan proses persalinan normal (distosia)
·         detak jantung janin melambat (fetal distress)
·         adanya kelelahan persalinan
·         komplikasi pre-eklampsia
·         sang ibu menderita herpes
·         putusnya tali pusar
·         risiko luka parah pada rahim
·         persalinan kembar (masih dalam kontroversi)
·         sang bayi dalam posisi sugsang atau menyamping
·         kegagalan persalinan dengan induksi
·         kegagalan persalinan dengan alat bantu (forcep atau vakum)
·         bayi besar (makrosomia – berat badan lahir lebih dari 4,2 kg)
·         masalah plasenta seperti plasenta previa (ari-ari menutupi jalan lahir)
·         sebelumnya pernah menjalani bedah caesar (masih dalam kontroversi)
·         sebelumnya pernah mengalami masalah pada penyembuhan perinium (oleh proses persalinan sebelumnya atau penyakit chorn)
·         angka d-dimer tinggi bagi ibu hamil yang menderita sindrom antibodi antifosfilipid
·         CPD atau cephalo pelvic disproportion (proporsi panggul dan kepala bayi yang tidak pas, sehingga persalinan terhambat)
·         Kepala bayi jauh lebih besar dari ukuran normal (hidrosefalus)
·         Ibu menderita hipertesi (penyakit tekanan darah tinggi)


D.            Jenis Sectio Caesarea
berdasarkan irisannya ada 2 macam, yaitu
1.      SC Segmen bawah, untuk indikasi : janin letak memanjang, masih ingin anak, tidak ada kesulitan mencapai segmen bawah rahim  (SBR).
2.      untuk indikasi : kesulitan mencapai SBR, letak lintang dengan janin besar, gawat janin, plasenta previa dengan insersi di depan, sterilisa.

Sedangkan menurut waktu pelaksanaan SC ada 2 macam, yaitu emergency dan elective. Emergency adalah apabila persalinan tidak segera dikerjakan bisa mengancam keselamatan ibu dan atau janinnya, sedang elective adalah persalinan yang bisa direncanakan waktunya.
E.     Solusi atau ide kelompok terhadap masalah.

1.      Dari segi kewajiban bidan terhadap klien atau masyarakat
Bidan melakukan pelayanan sebaik mungkin walau dilakukan rujukan tetap mendampingi klien sampai ketempat rujukan, jika perlu tetap melakukan pendampingan dan pemantauan terhadap klien.
2.      Dari segi kewajiban bidan terhadap tugasnya.
Bidan tidak berwenang dalam SC tetapi tetap mendapingi saat rujukan
3.      Dari segi kewajiban bidan teerhadap diri sendiri.
-Bidan tidak harus melakukan pemantauan maksimal(24 j,am) karena adanya kepentingan pribadi.
-Bidan tetap menjaga kesehatan selama melakukan tugas dan kewajiban agar bisa melakukan tugas dengan baik dan professional.

Pada zaman sekarang banyak SC yang dilakukan bukan karena adanya indikasi khusus, seperti :
1.       Banyak orang yang menginginkan persalinan pada tanggal yang bagus/cantik
2.      Banyaknya yang tidak ingin persalinan normal dengan berbagai alasan (ingin spontan, tidak ingin sakit dll)
3.      Kurangnya kesadaran dan pengetahuan mengenai SC ataupun persalinan normalnya.
Jadi solusi kelompok kami:
1.      Melakukan penyuluhan mengenai indikasi dari SC, dengan cara bekerja sama dengan kader desa serta tokoh-tokoh masyarakat.











BAB III
PENUTUPAN
A.    Kesimpulan
Sectio Caesarea (SC) adalah suatu tindakan yang bertujuan untuk
melahirkan bayi melalui tindakan pembedahan dengan membuka dinding depan
perut dan dinding rahim. Kontraindikasi dilakukan sectio caesarea adalah tidak adanya indikasi yang tepat untuk melakukan sectio caesarea.
B.     Saran
Pada ibu post partum dengan SC supaya melaksanaan mobilisasi dini agar
penyembuhan luka yang lebih cepat setelah dilakukan operasi, sehingga
mengurangi hari perawatan serta biaya.
Bagi Rumah Sakit perlu adanya kebijakan untuk dilakukan mobilisasi dini
pada pasien pasca sectio caesaria. Mobilisasi dini mempercepat penyembuhan
luka dan mempersingkat masa perawatan dirumah sakit.














DAFTAR PUSTAKA

-Hanifa, 2002, Ilmu Bedah Kebidanan. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka
-Kasdu, Dini. 2003. Operasi Caesarea: Masalah dan Solusinya. Jakarta: Puspa
Swara.
-Smeltzer, S.C. & Bare, B.G., 2002. Brunner dan Suddarth buku ajar –
keperawatan medikal bedah (Terjemahan) Edisi 8. Volume 1. Jakarta:
EGC.
- Mulyawati I. Dkk. 2012. Faktor-Faktor
Yang Berhubungan Dengan
Tindakan Persalinan Melalui
Operasi Sectio Caesarea. Jurnal
Kesehatan
Masyarakat.http://journal,unnes

Komentar